Di sepanjang 2019, harga emas di pasar spot telah menguat sebesar 17,9%. Jika periode tersebut diteruskan hingga hari ini, maka penguatan emas mencapai 22,8%. Kini harga emas mencapai titik tertinggi dalam enam tahun. Hari ini, logam mulia ini ditransaksikan di harga US$ 1.575,41/troy ons.
Faktor pemicu utama naiknya harga emas di sepanjang 2019 apalagi kalau bukan perang dagang antara AS-China. Perang dagang yang bergulir dalam kurun waktu 18 bulan telah melukai ekonomi global.
Aktivitas perdagangan, investasi serta manufaktur turut mengalami perlambatan. Akibatnya ekonomi dunia pun kena getahnya. Dana Moneter Internasional (IMF) bahkan sampai merevisi turun angka pertumbuhan ekonomi global sampai tiga kali. Terakhir IMF memprediksi angka pertumbuhan ekonomi global tahun 2019 berada di level 3%.
Saat kondisi ekonomi dan politik global berkecamuk, aset minim risiko seperti emas banyak diburu. Akibatnya harga jadi melambung. Itulah yang terjadi di sepanjang tahun 2019. Namun jelang Natal, Washington dan Beijing berikan kado berupa kabar gembira. Keduanya sepakati perjanjian dagang fase satu.
Kabarnya seremoni penandatanganan dokumen setebal 86 halaman tersebut akan dilakukan di Gedung Putih pada 15 Januari nanti. Kabar tersebut bukannya membuat harga emas tertekan justru malah mendekati level psikologis US$ 1.500/troy ons. Pasalnya detail poin kesepakatan antara keduanya masih belum jelas.
Sementara pasar masih menunggu kejelasan serta kelanjutan hubungan dagang AS-China, dunia kembali dihebohkan dengan ancaman perang AS-Iran. Minggu lalu, jenderal militer Iran Quds Force Qassem Soleimani dikabarkan tewas bersama wakil komandan Popular Mobilization Force (PMF) Abu Mahdi al-Muhandis dalam serangan yang diluncurkan AS di Bandara Internasional Baghdad.
Perintah serangan tersebut merupakan arahan dari Presiden AS Donald Trump guna melindungi personel militer AS. Kabar tersebut diungkapkan melalui keterangan resmi Pentagon.
Trump mengancam jika Iran melakukan aksi retaliasi, dirinya tak segan menyerang 52 target sebagai balasan. Iran tak tinggal diam. Melalui Menteri Luar Negerinya, Mohammad Javad Azari-Jahromi Iran mengutuk keras tindakan AS.
Menteri Luar Negeri Iran juga menyebut Trump seperti teroris layaknya ISIS dan Nazi. "Seperti ISIS, seperti Hitler, seperti Jenghis!," tulis Menteri Informasi dan Telekomunikasi Mohammad Javad Azari-Jahromi dalam akun Twitternya, Minggu (6/1/2020).
Sementara pimpinan revolusioner Iran Ayatollah Sayyed Ali Khameini tidak akan tinggal diam dan akan melakukan serangan balasan. Kekhawatiran bahwa perang akan berkecamuk membuat emas masih dilirik dan diburu.
Semakin menguatkan harga emas adalah kemungkinan The Fed tidak menaikkan suku bunga acuan. Walau ekonomi AS mengalami perlambatan, bank sentral AS The Fed masih melihat fundamental ekonomi Paman Sam yang masih kokoh dan penurunan suku bunga yang dilakukan pada 2019 bukan merupakan periode penurunan terus menerus. Kabar ini tentu menjadi kabar positif untuk harga emas.
TIM RISET CNBC INDONESIA
Bisnis - Terkini - Google Berita
January 06, 2020 at 12:00PM
https://ift.tt/37EarQX
Sadis! Perang Bikin Harga Emas ke Level Tertinggi 6 Tahun - CNBC Indonesia
Bisnis - Terkini - Google Berita
https://ift.tt/34Gk0OK
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Sadis! Perang Bikin Harga Emas ke Level Tertinggi 6 Tahun - CNBC Indonesia"
Post a Comment